Terdiam Bisu Sendiri


Sakit, perih, pedih
Tiada kata yang bisa kuucap
Tangis, jerit, dan marah
Semua tak ada gunanya
Tapi, apa lagi yang bisa kulakukan
Badan ini sudah lelah
Hanya bisa terdiam sendiri disini
Tak bisa lagi lari kemana-mana
Menunggu ketentuan jalan yang akan kujalani
Mampukah bertahan diantara kerapuhan
Yang tak pernah kubayangkan
Aku lelah, aku ingin menjerit dan terus menagis
Jeritan bisu yang terus menggelayut pasrah
Diantara lembaran-lembaran waktu
Yang tak akan pernah berhenti
Memaksaku menaikkan bendera putih

=strawbelia=

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: