Ayah


Sayu, matamu begitu sayu

Keriput diwajahmu, Tunjukkan betapa rapuhnya engkau

Rusuk-rusuk tubuhmu itu jelas dimataku

Tubuhmu itu seakan membayar hidupku

Bumi hijau jadi saksi nyata bagimu

Dihamparan itu kau peras keringatmu

Tak berimbal dengan logam-logam tak berharga itu

Gantikan lapar dahaga sebagai nafsu

Tak pernah ada badai dibuku gambarku

Karna hanya senyum yang kau bawa dalam mimpiku

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: